Selasa, 29 Maret 2016

Ini salah siapa?

Masih ada sisa dari sedikit bayanganmu , di setiap sudut kamarku. Kamu kamu dan kamu ada di setiap sudutnya.
Ketikan jemariku di ponsel dan setiap inci dari spasi ketikanku , entah mengapa wajahmu selalu hadir disini.
Aku tahu ini bukan lagi perasaan biasa , perasaan inipun aku tak tau jelas ujungnya kemana dan bagaimana.
Perasaan yg membuatku bingung tak terarah , kekasihmu yang tidak pernah aku kenal dengan jelas. Memakiku dengan ucapan murahan , jalang dan semua se isi kebun binatang berbagai makhluk kau sebut dan kau lontarkan kepadaku seakan itu adalah kekesalanmu kepada ku kau hujani aku dengan terormu. "Ini salah siapa?" Yang jelas bukan salahmu. Makian dari kekasihmu itu menghancurkan kelegaanku saat aku menulis cerita tentang kita. Aku tahu kita memang belum diperjelas oleh status namun kejadian ini cukup membuatku terpukul , ku bangun kepercayaanku untukmu entah aku harus marah kesal atau berteriak sekencang mungkin.
Hmm , rasanya semua terjadi begitu cepat ya?ketika kita saling berdekatan seiring waktu kita bertemu lalu tiba-tiba muncul perasaan yang aneh.
Rasanya setiap hari tak lagi sama , kamu hadir membawa perubahan dalam hari-hariku dan kamu mengisi setiap titik kosong yang ada di hatiku.
Hitam dan putih kini berubah menjadi pelangi , gemuruh kini berubah menjadi sunyi dan damai.
Ini ajaib dan luar biasa , rasa ini tumbuh melebihi batas yang kutahu.
Aku semakin takut kehilanganmu.
Aku mengerti mengapa kita (Aku dan wanitamu itu) yang saat ini bukan lagi siapa-siapa kamu , ingin tetap tinggal. Aku yang baru mengenalmu saja sudah senyaman ini . Apalagi wanitamu yang lama tinggal didalam sana .
Detik ini wajahmu hadir lagi?aku ingin teriak sekencang angin... karna saat itu aku tak berani menyentuh mu , aku tak berani mengatakan "aku ingin tetap disini , disini bersamamu dan tinggal di hatimu" menggantikan dia wanitamu yang sudah mencaci ku?menerorku?mengatakan seluruh isi kebun binatang. Itu menghancurkan ku membuat aku sulit menghela nafas membuatku hilang fokus melanjutkan sisa tulisan cerita tentang kita.
Kupikir semua telah berakhir namun ternyata tidak . Namun aku masih tetap berdiri di depanmu dengan semilyar harapan dan impian membangun cita-cita dengan sejuta komitmen . Entah akan berlanjut dengan kata kita atau berlanjut dengan kata pisah :)
Dari perempuan mu,
Yang ingin melanjutkan cita-citanya bersamamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar