Minggu, 30 November 2014

Sebentar lagi

Sudah hampir 3tahun kita bersama , bertemu setiap hari dan bertatap muka beberapa kali dalam sehari.
Ada berapa detik yang kita lalui? Ada berapa jam dan menit bahkan minggu dan bulan yg kita lewati berdua.
Sebentar lagi kamu tidak sendiri , kamu dan aku tidak akan bisa lagi bersatu.
Aku yg salah arah , dan aku juga yang tak punya tujuan.
Aku selalu berharap penuh denganmu meskipun aku tau kamu tidak akan pernah bisa menjadi milikku .
Tak lama lg kamu akan pergi , pergi meninggalkan aku , entah seperti apa nanti aku ditinggal oleh mu mendengarnya saja aku sudah meneteskan air mata , bagaimana ketika sudah terjadi?air mataku sudah habis.
Kini saatnya aku membiasakan diri tanpamu seperti awal kita tak mengenal dahulu.
Kamu tidak lagi sendiri,kamu tidak lagi sepi.
Beberapa waktu ini sebelum kamu menjadi milik orang lain kita masih bertemu , mengungkapkan apa yg harusnya kita saling ketahui , aku masih menjadi pengagummu wahai Pria Petualangku :')
Aku masih ingin memeluk erat tubuhmu , ingin merangkul , menggengam tanganmu .
Kini kamu akan pergi dariku , mengapa kamu masih berdiri dihadapanku  , masih memelukku, masih mengecup keningku
Mengapa kamu masih berani mengatakan "aku sayang kamu" mengapa tanganmu tak bisa berhenti menggenggam aku .
Apa istimewanya aku? Aku masih butuh waktu lama untuk bisa melupakanmu .
Butuh proses panjang untuk memformat kisah kita yg terlalu indah
Tuan, bolehkah aku meminta waktu mundur untuk kamu meninggalkan aku sebentar lagi saja 2 atau 3 bulan lagi aku masih ingin kau disini tuan , berdiri kokoh dihadapan aku  , menatap dalam mataku dengan lebih lama . aku masih ingin itu . mengapa harus secepat ini tuan?Aku belum bisaa . mengertilah tuan aku disini sendiri sepi
Ku mohon tuan jangan kau larang aku menyayangimu , dan aku mencintaimu biarlah jadi urusanku . bagaimana kamu terhadapku?terserahmu itu urusanmu .


Aku yang masih ingin kamu ada .


Sabtu, 29 November 2014

Lepaskan

Buat aku mengerti dengan rasa sakit ini
Buat aku paham dengan rasa kecewa ini
Buat aku tau bahwa mungkin aku bukan yg terbaik
Egois jika aku memaksa , egois jika aku bertahan
Buat semua harapan ini hilang dan tuhan aku mohon gantikan harapan sia-sia ini dengan kenyataan yg lebih indah ...

Kejadian yang sama

Hari ini aku bertemu dengan pria itu lagi ,
Namun kali ini maksud dan tujuannya berbeda.
Entah apa aku tidak mengerti namun intinya dia ingin memiliku aku . aku diam dan hanya merasakan kenyamanan , aku luluh seakan ditatapannya . aku seperti tak menapak lagi
Namun apakah aku harus mengulang kejadian itu , lagi-lagi aku harus menghianati pasanganku .... Apa ini namanya?seperti apa lagi ini yg aku rasakan , setiap pagiku BBM berdering .. ... Yap itu isi pesan dari pria itu tak pernah berhenti menelfon memerhatikan aku
Seakan dia takut kehilangan aku , sepertinya dia benar ingin aku .
Apa kelebihan diriku?anak kecil yg berumur belasan tahun ... Sedangkan yang dia miliki saat ini sudah lebih dari cukuup.
Aku ingin lariii tapi tak bisa sembunyi aku ingin
Pergi namun bayangmu datang .
Aku tidak bisa sembunyi darimuuu aku tidak bisa lari dari pandanganmu ... Apakah ini? Aku tidak mengerti :') ... Seperti apa hari-hari berikutnya aku tidak mengerti .

Kembali lagi

Setelah berlarut-larut aku ada di lubang yang gelap , lubang hampa udara yang membuatku bingung hingga aku sesak.
Aku menemukan cahayaku kembali , kembali kepada PRIA PETUALANGKU .
Pria nasionalis , pria yang kritis.
Lagi-lagi cahaya itu muncul dari sosoknya ,
Ketika aku sedang hancur akan harapan sedang jatuh akan arah tujuan.
Kamu datang sebagai petunjukku , kamu memang sedari awal sudah mengerti namun aku yang tidak bisa memahami maksudmu.
Kamu saat ini kembali ke hidupku , kembali mengisi hariku lagi. Setelah lama kita berjarak akhirnya kamu kembali lagi hadir di setiap pesan singkat di HPku. Kamu lagi yg memberi aku sapaan,dan menyita sedikit waktu untuk memperhatikan aku.
Ke kagumanku pada jiwa nasionalismu sedari dulu tidak bisa hilang , posturnya tubuh yg tinggi , hitam manis dan agak romantis .
TUAN PETUALANGKU kehadiranmu membangkitkan keterpurukan aku , dan semoga kehadiranmu bukan hanya sebagai harapan palsu ku .
Terimakasih tuan untuk pelajaran baru , dan ilmu yg selalu kau tebar di diriku.
Kau ajariku tentang kesementaraan dan keutuhan ...

Dari aku , 
Yang mempunyai panggilan khusus

Sia-sia

Bukan menyesal , bukanku ragu dan bukan juga aku tak menghargaimu . namun hati dan pikiranku masih belum satu arah
Kedekatan kita setelah beberapa bulan ini mungkin sudah tak heran dilihat orang
Di gedung yg sama lantai 4 kita sering bertemu, kita berbincang dan menatap . sebenarnya aku hanya menjadi pendengar setianya , lambat aku merasa nyaman dengannya hingga apa yg tak pernah jd bahasan pun kita bahas saat itu. Sesekali aku berkunjung kerumahmu , bertemu dengan adik manismu ...
Kita dekat?namun matamu masi ada tatapan wanita lain , mulutmu berkata aku?tapi matamu dia .
Aku kuat , aku mampu menjadi pendengarmu.
Saat setelahnya kita berjarak ... Seperti ada yang hilang namun aku hanya bisa diam, sampai saatnya kita tak bisa lagi bertemu, kita tak lagi di gedung yang sama . aku dan kamu semakin berjarak entah apa yg menyebabkan itu aku tak tau .
Aku hanya bisa suport,dukung dan lain-lain
Namun tetap bukan aku?aku mati-matian membelamu , aku bersih kukuh disamping di posisi yg siap membenarkanmu . namun hasilnya tetap bukan aku !
Kecewa ?tentu saat apa yg kamu lakukan terungkap oleh sahabatmu sendiri , berfikir
air mata yg menetes tak henti ku jatuh atas memikirkanmu , memikirkan perbuatanmu.
Setega itukah kau bohongi aku? Sepandai ini kah kamu menyembunyikan hal yg memang pada akhirnya membuat aku kecewa!!! Dan aku berhenti membelamu , aku di posisi diam dan sia-sia karna aku telah berjuang dengan org yg tidak memperjuangkan aku . aku selalu berada di posisi yg kecil dan jauh .

Dari aku , wanitamu yang mensuportmu
Namun sia-sia dimatamu ...