Sabtu, 29 November 2014

Sia-sia

Bukan menyesal , bukanku ragu dan bukan juga aku tak menghargaimu . namun hati dan pikiranku masih belum satu arah
Kedekatan kita setelah beberapa bulan ini mungkin sudah tak heran dilihat orang
Di gedung yg sama lantai 4 kita sering bertemu, kita berbincang dan menatap . sebenarnya aku hanya menjadi pendengar setianya , lambat aku merasa nyaman dengannya hingga apa yg tak pernah jd bahasan pun kita bahas saat itu. Sesekali aku berkunjung kerumahmu , bertemu dengan adik manismu ...
Kita dekat?namun matamu masi ada tatapan wanita lain , mulutmu berkata aku?tapi matamu dia .
Aku kuat , aku mampu menjadi pendengarmu.
Saat setelahnya kita berjarak ... Seperti ada yang hilang namun aku hanya bisa diam, sampai saatnya kita tak bisa lagi bertemu, kita tak lagi di gedung yang sama . aku dan kamu semakin berjarak entah apa yg menyebabkan itu aku tak tau .
Aku hanya bisa suport,dukung dan lain-lain
Namun tetap bukan aku?aku mati-matian membelamu , aku bersih kukuh disamping di posisi yg siap membenarkanmu . namun hasilnya tetap bukan aku !
Kecewa ?tentu saat apa yg kamu lakukan terungkap oleh sahabatmu sendiri , berfikir
air mata yg menetes tak henti ku jatuh atas memikirkanmu , memikirkan perbuatanmu.
Setega itukah kau bohongi aku? Sepandai ini kah kamu menyembunyikan hal yg memang pada akhirnya membuat aku kecewa!!! Dan aku berhenti membelamu , aku di posisi diam dan sia-sia karna aku telah berjuang dengan org yg tidak memperjuangkan aku . aku selalu berada di posisi yg kecil dan jauh .

Dari aku , wanitamu yang mensuportmu
Namun sia-sia dimatamu ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar